PENGGUNAAN TSUMORI (つもり) DAN TO OMOIMASU (と思 います) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Authors

  • PUTRI EKA SARI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci: Tsumori, To Omoimasu, Japanese Language Proficienci Test Level 4. Dalam bahasa Jepang terdapat sinonim tsumori dan to omoimasu, yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti maksud. Tsumori digunakan untuk menyatakan maksud yang sudah pasti, pembicara telah menetapkan maksudnya sebelum bicara. Sedangkan to omoimasu digunakan untuk menyatakan maksud yang belum pasti dilakukan. Penggunaan tsumori dan to omoimasu berdasarkan pada konteks kalimat. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian mengenai penggunaan tsumori dan to omoimasu yang dilakukan pada mahasiswa angkatan 2013 pendidikan bahasa Jepang Universitas Brawijaya.Penelitian ini  digunakan untuk mengetahui seberapa banyak mahasiswa yang memilih menggunakan Tsumori atau To Omoimasu dan untuk mengetahui apakah kedua kata maksud tersebut dapat disubtitusikan atau tidak. Berdasarkan alasan tersebut, maka dalam penelitian ini ditentukan beberapa rumusan masalah yaitu 1) Berapa banyak mahasiswa yang memilih menggunakan to omoimasu 2) Berapa banyak mahasiswa yang memilih menggunakan tsumori 3) Bagaimanakah tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasisiwa dalam menggunakan pola kalimat tsumori dan to omoimasu?.Penelitian ini menggunakan soal tes sebagai sumber data yang berjumlah 10 soal tes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang analisisnya menggunakan metode analisis deskriptif.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa lebih banyak responden  yang menggunakan tsumori. Dari 20 responden, 51% responden memilih menggunakanjawaban tsumori dan 49% responden memilih menggunakan jawaban to omoimasu. Selain itu, dari keseluruhan data tersebut, ditemukan 9 soal yang dapat disubstitusikan dan 1 soal yang tidak bisa disubstitusikan.Pada penelitian ini penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai Penggunaan Tsumori dan To Omoimasu menggunakan sumber data yang lain seperti majalah dan koran.

References

Benjamin S. Bloom, dkk. 1971. Evaluation To Improve Leraning.USA: McGraw-Hill.

Cahyono, Bambang Yudi. 1994. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press.

Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Chaer, Abdul. 1994. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul, dan Agustina Leonie. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Gumbira, Nur Rani.(2013). Analisis Makna tsumori dan to omoimasu. Universitas Sumatera Utara.

Kountur, Ronny. (2006), Statistik Praktis: Pengolahan Data Untuk Penyusunan Skripsi dan Tesis: Jakarta, Victory Jaya Abadi.

Kridalaksana, harimurti. (2009). Kamus Linguistik Edisi ke- Empat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kushartanti, Untung Yuwono, dan Multamia RMT Lauder. 2005. Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Narbuko, Cholid, Achmadi, Abu. (1997). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Setiyadi, Bambang. (2006). Metodologi Penelitian untuk Pengajaran Bahasa Asing: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif . Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

_______.2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sutedi, Dedi. 2008. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora

Tarigan, Henry Guntur. (1986). Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. Djago Tarigan. (1988). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Wahab, Abdul.1995.Teori Semantik. Surabaya; Airlangga.

Downloads

Published

2015-06-15

Issue

Section

Articles