KESALAHAN PENGGUNAAN HYOUGEN ~NAKEREBANARANAI, ~BEKI DAN ~HAZU PADA MAHASISWA SASTRA JEPANG ANGKATAN 2012 UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Authors

  • RIMA IIS WARDAYANTI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci : Kesalahan, Hyougen, ï¼®akerebanaranai, Beki, Hazu Dalam mempelajari bahasa Jepang sebagai bahasa asing banyak dilakukan kesalahan karena dalam bahasa Jepang banyak ungkapan yang memiliki kemiripan makna. Salah satunya adalah penggunaan hyougen ~nakerebanaranai, ~beki, dan ~hazu yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki makna sama yaitu “harusâ€. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  kesalahan  makna  penggunaan ~nakerebanaranai, ~beki, dan ~hazu dan mengetahui penyebab kesalahan yang dilakukan.Penelitian ini menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif. Sumber data berupa kesalahan penggunaan ~nakerebanaranai, ~beki, dan ~hazu, dengan menggunakan tes dan angket. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya angkatan 2012 yang berjumlah 20 orang.Hasil penelitian menunjukkan dari 5 makna yang ada, kesalahan tertinggi terdapat pada penggunaan ~hazu yang menyatakan kesimpulan dan pada penggunaan ~nakerebanaranai dan  ~beki yang  dapat  disubstitusikan. Penyebab  utama  kesalahan  adalah  ketidaktahuan  akan pembatasan kaidah dan penerapan kaidah yang tidak sempurna.Dalam pengajaran bahasa asing, pengajar sebaiknya memberikan penjelasan secara mendetail tentang bahasa yang dipelajari dan memberikan persamaan dan perbedaan antara bahasa pertama dengan bahasa kedua agar pemelajar bisa memahami bahasa kedua yang dipelajari. Diharapkan pemelajar aktif dalam mencari informasi dan pengetahuan mengenai hyougen ~nakerebanaranai, ~beki, dan ~hazu dengan cara banyak membaca buku-buku yang relevan, searching melalui internet atau bertanya langsung kepada pihak-pihak yang lebih menguasai. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan angket yang lebih komprehensif atau dengan melakukan wawancara, sehingga bisa mengetahui faktor-faktor kesalahan yang terjadi baik dari faktor internal maupun eksternal mahasiswa.

References

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Desmita, Liza. 2013. Modalitas Deontik (toui) dan Modalitas Epistemik (gaigen). Jurnal.

Hajar Amali, R.Siti. 2013. Analisis Kesalahan Penggunaan ~Bekida dan ~Nakerebanaranai Dalam Kalimat Bahasa Jepang (Studi Kasus Deskriptif Terhadap Mahasiswa Tingkat II JPBJ FPBJ UPI Tahun Ajaran 2012/2013). Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.

Setiyadi, Bambang. 2006. Metode Penelitian untuk Pengajaran Bahasa Asing: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudjianto. 2005. Belajar Bahasa Jepang Berdasarkan Pola Kalimatnya. Jakarta: Kesaint Blanc.

Sudjianto dan A.Dahidi. 2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesain Blanc.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sutedi, Dedi. 2004 . Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Tarigan, Henri Guntur. 1988. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henri Guntur. 1997. Analisis Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Depdikbud.

Downloads

Published

2015-05-29

Issue

Section

Articles