STRATEGI KESANTUNAN FTA (Face Threatening Act) UNGKAPAN MAAF DALAM SERIAL DRAMA “RISOU NO MUSUKO”

Authors

  • DEVITA HANDAYANI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci : FTA (Face Threatening Act), strategi kesantunan, Ungkapan meminta maaf. Strategi kesantunan digunakan untuk lebih menghargai orang lain maupun diri sendiri. Dalam komunikasi sehari-hari kita tidak dapat setiap saat menyampaikan tuturan dengan cara yang santun, hal tersebut kemungkinan akan menyakiti perasaan lawan tutur. Strategi kesantunan digunakan oleh penutur untuk menghindari tindakan yang tidak menyenangkan bagi lawan tutur. Tindakan yang tidak menyenangkan dapat juga disebut dengan FTA (Face Threatening Act). Tindak tutur meminta maaf terdapat pada semua komunitas bahasa. Tindak tutur maaf digunakan untuk mempertanggungjawabkan luka perasaan, pelanggaran atau kesalahan. Dalam bertindak tutur terkadang menimbulkan suatu masalah baik bagi penutur maupun petuturnya. Salah satu masalah yang terjadi adalah hal-hal yang berhubungan dengan norma kesopanan.  Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Strategi kesantunan FTA (Face Threatening Act) ungkapan maaf apa saja yang digunakan dalam serial drama Risou no Musuko? (2) Menyatakan apa saja kesantunan ungkapan maaf yang digunakan dalam serial drama Risou no Musuko?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data diambil dari serial drama ‘’Risou No Musuko’’. Adapun cara menganalisisnya dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur meminta maaf bahasa Jepang dalam drama serial Risou No Musuko mengunakan empat strategi strategi, yaitu: (1) Strategi Langsung tanpa Basa-basi (Bald on Record Strategy) (2) Strategi Kesantunan Positif (Positive Politeness Strategy) (3) Strategi Kesantunan Negatif (Negative Politeness Strategy) (4) Strategi Tidak Langsung (Off Record Strategy). Selanjutnya FTA yang digunakan adalah Positif Face dan Negatif Face. 

References

Brown, Penelope and Stephen C. Levinson. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. United Kingdom: Cambridge University Press.

Cristiani, Natalia. (2008). Tindak Tutur Maaf Dalam Bahasa Jepang Pada Drama Love Generation Karya Asano Taeko dan Ozaki Masaya. Skripsi, tidak diterbitkan. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya

Dina Patri, Gineung. (2012). Strategi Dan Kesantuan Tindak Tutur Meminta Maaf Bahasa Jepang Dalam Sereal Drama Ichi Rottoru No Namida.Skripsi tidak di terbitkan. Malang: Universitas Brawijaya

Filia. (2006). Tindak Tutur Meminta Maaf Dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia : Studi Kasus di Universitas Fukui dan Universitas Indonesia. Tesis ,tidak diterbitkan. Jakarta: Universitas Indonesia

“Gogen Yurai Jiten - Gomen†di akses pada tanggal 20 Februari 2014 < http://gogen-allguide.com/ko/gomen.html >

Kobunkan, Yoshikawa. (1982). Kokugo Daijiten. Tokyo: Shogakukan

Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik (Dr. M.D.D. Oka, M.A). Jakarta:UI-Press

Malasari,Yuki. (2010). Analisis Strategi Penolakan Dalam Tindak Tutur Bahasa Jepang Ditinjau Dari Serial Drama 14 Sai No Haha. Skripsi, tidak diterbitkan. Jakarta: Universitas Bima Nusantara

Nasir, Mohammad. (1992). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Pane, Rosnani. (2002). Tindak Ilokusi Permintaan Maaf dan Tindak Ilokusi Keluhan Dalam Bahasa Indonesia (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi 76 Bahasa Inggris D3 Fakultas Sastra USU). Tesis, tidak diterbitkan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Purwasito, Andrik. (2003). Komunikasi Multikultural. Surakarta: UMS Press

Puspitasari, Hesti. (2009). Penggunaan Strategi Kesantunan Dalam Tindak Tutur Direktif Pada Novel “Memoirs of a Geisha†Karya Arthur Golden. Skripsi,tidak diterbitkan. Semarang: Universitas Diponegoro.

Sakamoto, Megumi. (1999). Arigatou to sumimasen.kirin (no 8). Shinagawa Daigaku Keiei Gakubu Jyuunana Seiki Bunggaku Kenkyu Kei.

Shotarou, Ooishi, (2000). Shinkokugo jiten. Tokyo: Shougakukan

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: N Alfabeta

Sutedi, Dedi. (2008). Dasar-Dasar Linguisik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora

Tamahashi, Yoshie. “Hatsuwa Koui to Houjodoushi May to Can no Kanren ni Tsuite.†Tagen Bunka Senkou. 6 Maret 2009. Aichi Shukutoku Daigaku Bunka Souzou Gakubu Tagen Bunka Senkou. 20 Agustus 2009 <http://www2.aasa.ac.jp/faculty/tagen/thesis/2003/005228/>

Yanti, Yusrita. (2001). Tindak Tutur Maaf di Dalam Bahasa Indonesia di Kalangan Penutur Minangkabau Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia. Jakarta : Yayasan Obor

Yule, George. (2006). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Zhongkui, Tian,et.all. (1998). 「 Ruigigotsukaiwake Jiten 〠Tokyo: Kenkyuusha Shuppan Kabushikigaisha, Nihon

Downloads

Published

2015-01-08

Issue

Section

Articles