KOMPOSISI DAN MAKNA IDIOMATIKAL KATA MAJEMUK NOMINA DALAM KORAN KOUGAKU EDISI 1 JUNI 2011

Authors

  • MADANIA HARJANTI PUTRI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci: Komposisi, Makna Idiomatik, Kata Majemuk Nomina.Bahasa tersusun dari beberapa komponen yang salah satunya adalah kata. Kata merupakan kumpulan bunyi dan huruf yang memiliki arti. Kata dibedakan menjadi dua yaitu kata asal yang terdiri dari satu morfem dan kata jadian yang merupakan hasil turunan melalui proses morfologis. Salah satu proses morfologis adalah komposisi, yaitu proses penggabungan dua morfem atau lebih. Setelah melalui komposisi, makna kata majemuk tidak selalu sesuai dengan makna gabungan unsurnya, tetapi membentuk makna baru.Penelitian ini menggunakan koran Kougaku yang terbit 1 Juni 2011 dengan rumusan masalah, (1)Bagaimana komposisi yang dapat membentuk kata majemuk nomina pada koran Kougaku edisi 1 Juni 2011 dan (2)Apa jenis makna idiomatikal yang terkandung dalam komposisi kata majemuk nomina pada koran Kougaku edisi 1 Juni 2011.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan data temuan adalah 28 data, data dianalisis morfem pembentuknya, menunjukkan makna tiap morfem, menganalisis makna kata majemuk tersebut, lalu mendeskripsikan hasil penelitian.Hasil penelitian ini diketahui bahwa kata majemuk nomina bahasa Jepang dapat terbentuk dari komposisi berupa nomina + nomina, verba + nomina, adjektiva+nomina, nomina+verba yang dinominalkan, dan verba+verba yangdinominalkan. Jenis makna idiomatik kata majemuk nomina bahasa Jepang terdiridari makna idiom, makna semi-idiom, dan makna non-idiom.

References

Baryadi, Praptomo. 2011. Morfologi dalam Ilmu Bahasa.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 1995. Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 1990. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, Fatimah. 2010. Metode Linguistik. Bandung: Refika Aditama.

Himeno, Masako. 1999. Fukugoudoushi no Kouzou to Imi Youhou. Jepang: Hitsuji.

Koizumi, Tamotsu. 1993. Nihongo Kyoushi no Tame no Gengogaku Nyumon. Jepang: Taishukan.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 2009. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kirihara. 2004. Koudansha Kokugo Jiten. Tokyo: Koudansha.

Miharu, Akimoto. 2002. Yoku Wakaru Goi. Tokyo: Alco CO, LTD.

Nasir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Parera, J.D. 1990.Teori Semantik. Jakarta: Erlangga.

Parera, J.D. 2004. Teori Semantik. Jakarta: Erlangga.

Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutedi, Dedi. 2008. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Tsujimura, Natsuko. 2000. Japanese Linguistics. USA: Blackwell.

Zaenal Arifin & Junaiyah. Morfologi Bentuk, Makna, dan Fungsi. 2009. Jakarta: Grasindo.

Munika. (2008). Makna Idiomatikal Kata Benda Majemuk Bahasa Jepang Tipe NV dalam Kamus Bahasa Jepang Koujien edisi III Berdasarkan Konsep Metafora. Skripsi, tidak diterbitkan. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

Wijayanti, Winda. (2011). Fukugoudoushi dalam Buku Sekai no Minwa 1 disusun oleh Hanaoka Daigaku. Skripsi, tidak diterbitkan. Surabaya. Universitas Dr.Soetomo.

Zinuri, Muchamad. (2009). Kaidah Alternasi Rendaku Kata Majemuk Bahasa Jepang dalam Kamus Nihon Kokugo Daijiten. Skripsi, tidak diterbitkan. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

http://d.hatena.ne.jp/dekapurin/20080731/1217458025, diakses pada tanggal 4 Februari 2014.

Downloads

Published

2014-11-12

Issue

Section

Articles