KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG TERDAPAT DALAM FILM KAZE NO TANI NO NAUSHIKA KARYA HAYAO MIYAZAKI

Authors

  • ARDIMAS WIJANARKO Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci: Film, Hayao Miyazaki, Kaze no Tani no Naushika, Kerusakan   lingkungan Film Kaze no Tani no Naushika merupakan film fiksi yang terinspirasi dari keadaan lingkungan di Jepang pada masa itu. Mengkritik bagaimana kondisi lingkungan di Jepang setelah era industri dan pencemaran lingkungan dari industri tersebut, sebagai contohnya pencemaran limbah merkuri di teluk Minamata. Di dalam film tersebut diceritakan oleh sosok Naushika yang sangat cinta dengan lingkungan di Lembah Angin yang memerangi bangsa Pejite dan Tolmeikan yang mencoba merusak alam. Maka penulis tertarik untuk mendeskripsikan masalah-masalah lingkungan tersebut dalam film Kaze no Tani no Naushika. Dalam menganalisa penelitian ini penulis menggunakan teori kritik lingkungan  menurut Longman, Garrad dan Harsono, kemudian beberapa unsur dari teori Mise-en-scene menurut ahli film berkebangsaan Perancis. Teknik pengambilan gambar menurut Widagdo dan Winastwan. Untuk penelitian terdahulu penulis menggunakan penelitian dari saudara Indrawardana mahasiswa Universitas Brawijaya (2012) yang berjudul “Isu Lingkungan Hidup Dalam Komik Doraemon Petualangan Seri 12: Nobita dan Kerajaan Awanâ€. Setelah dilakukan penelitian, penulis menemukan beberapa poin penting terhadap kerusakan lingkungan dalam film tersebut yaitu, kerusakan hutan, masalah pencemaran udara, masalah pencemaran air oleh limbah hasil industri, dan dampak bencana alam yang digambarkan oleh Ohmu. Bencana alam yang digambarkan Ohmu yaitu, monster raksasa yang menyerang seluruh wilayah yang dihuni oleh manusia hingga semua tempat-tempat tersebut hancur.Terdapat beberapa kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh Bangsa Tolmeikan  dan Pejite yaitu, dengan membakar hutan mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi lingkungan Lembah Angin. Terbakarnya hutan mengakibatkan udara dan air menjadi tercemar karena hutan tidak bisa lagi menetralkan udara dan air tersebut. Kerusakan lingkungan tersebut sangat berdampak pada kehidupan makhluk hidup di Lembah Angin tak terkecuali.

References

Burhan, Nurgiyantoro. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjahmada University Press.

Cavallaro, Dani. 2006. The Anime Art of Hayao Miyazaki. McFarland.

Corrigan, Timothy. 2007. A Short Guide to Writing About Film. Michigan: Pearson, Longman, 2007.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. (2012). Pedoman Penulisan Skripsi. Malang : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya.

Garrad, Greg. 2004. Ecocriticism. Newyork : Routledge

Loy, David and Goodhew, Linda. 2004. “The Dharma of Miyazaki Hayao: Revenge vs. Compassion in Nausicaa and Mononokeâ€. Bunkyo University Faculty of International.

McCurry, J. Japan remembers minamata. Lancet, 2006

Miyazaki, Hayao. 1984. Nausicaa of the valley of the wind. Japanese : Ghibli

Philips, Dana. The Truth of Ecology: Nature, Culture, and Literature in America. Oxford: Oxford University Press, 2003.

Santosa, Puji dkk. 2009. Kritik sastra, teori, metodologi dan aplikasi,Yogyakarta : Elmatera Publishing

Sastrawijaya, A. Tresna. 2009. Pencemaran lingkungan, Jakarta: PT Rineka Cipta

Wardono, Seto. 2001. Lingkungan hidup, Jakarta : Pilar Bambu Kuning 2

Widagdo, M Bayu & Gora S, Winastwan. 2004. Bikin Sendiri Film Kamu (Panduan Produksi Film Indonesia). Yogyakarta: PD. Anindya.

Sumber Lain :

Nugraha, Firman. 2009. Sastra Hijau, Http://www.sastra-indonesia.com/tag/firman-nugraha/ diakses pada hari Selasa, 3 Desember jam 03.18 WIB

Dony. 2009. Logam Berat sebagai penyumbang pencemaran air laut, Http://masdony.wordpress.com/2009/04/19/logam-berat-sebagaipenyumbang-pencemaran-air-laut/ diakses pada hari Sabtu, 3 Mei jam 22.03 WIB

Arif, Rahmad. 2011. Bencana Akibat Ulah Manusia dan Iklim,

http://sains.kompas.com/read/2011/05/18224541/bencana.akibat.ulah.manusia.dan.iklim diakses pada hari sabtu, 21 Juni jam 22.00 WIB

Downloads

Published

2014-08-26

Issue

Section

Articles