KONSEP TATEMAE-HONNE YANG TERCERMIN PADA TOKOH NAKATA MAKIKO DALAM DRAMA SEIGI NO MIKATA KARYA SUTRADARA SATORU NAKAJIMA

Authors

  • MAHARANI KATARINA SHINTA Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci : Tatemae, Honne, Harmonisasi, Budaya Masyarakat Jepang Tatemae dan Honne adalah konsep kebudayaan Jepang yang selalu muncul secara bersamaan. Tatemae adalah penampakan luar seseorang di depan umum, sedangkan Honne adalah pikiran yang sesungguhnya. Konsep ini digunakan untuk menjaga kedamaian dalam masyarakat Jepang yang disebut wa. Dalam skripsi ini penulis akan menjawab rumusan masalah yaitu bagaimana konsep Tatemae-Honne yang tercermin pada tokoh Nakata Makiko dalam drama Seigi no Mikata karya Sutradara Satoru Nakajima.Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian secara kualitatif. Dimana cara analisis menggunakan cara deskriptif dan tekstual untuk menganalisis dialog dan adegan dalam drama Seigi no Mikata sehingga dapat disimpulkan bagaimana sikap Tatemae-Honne tokoh Nakata Makiko.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah  konsep Tatemae-Honne telah menjadi suatu hal yang wajib dalam dunia kemasyarakatan Jepang. Konsep ini dapat menjadi pelumas dalam proses interaksi sosial dalam masyarakat. Dimana seseorang tidak boleh selalu mengatakan pendapat yang sesungguhnya karena dikhawatirkan akan menyakiti hati orang lain.Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti film ini dengan menggunakan teori yang berbeda, misalnya teori Psikologi. Selain itu, bisa dengan membandingkan konsep Tatemae-Honne Jepang dengan konsep basa-basi masyarakat Jawa.

References

BUKU :

Corrigan, Timothy. (2004). A Short Guide To Writing About Film. United States: Pearson Longman.

De Mente, Boye Lafayette. (1997). The Japanese Have A Word For It. Chicago: Contemporary Publishing Group, lnc.

Jabrohim. (2012). Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jonathan, Rice. (2004). Behind Japanese Mask. Oxford: How to Books Ltd.

Joy, Hendry. (1999). An Anthropologist In Japan. London: Routledge.

Koentjaraningrat. (2005). Pengantar Antropologi-Jilid II. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA.

Kutha Ratna, Nyoman. (2011). Antropologi sastra: Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Naoki, Takei. (2001). Japanese Culture. Tokyo: Ask Co, Ltd.

Nurgiantoro, Burhan. (2010). Teori Pengkajian Skripsi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Paz, Octavio. (1997). Levi-Straus: Empu Antropologi Struktural. Yogyakarta: LkiS.

Pratista, Himawan. (2008). Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

March,Robert. M. (1996). Reading the Japanese Mind: The Realities Their Thoughts and Actions. Tokyo: Kodansha International Ltd.

Roger J. Davies, Osamu Ikeno. (2002). The Japanese Mind: Understanding Contemporary Japanese Culture. Tokyo: Turtle Publishing Japan.

Rohman, Muh.Arif. Alfian, T. Ibrahim. Ahimsa-Putra, Heddy Shri. Purwanto,

Bambang. Irawanto, Budi. Et.al. (2003). Sastra Interdisipliner Menyandingkan Sastra dan Disiplin Ilmu Sosial. Yogyakarta: CV. Qalam.

Soekanto, Soerjono. (1987). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: CV. Rajawali.

Soekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Yoshio, Sugimoto. (2011). An Introduction to Japanese Society. Cambrige:

Cambrige University Press.

SKRIPSI :

Vitasari, Jenny. (1992). Tatemae dan Honne dalam Perilaku Orang Jepang. Skripsi, tidak diterbitkan. Jakarta. Fakultas Sastra. Universitas Indonesia.

Agusvianida Thamrin, Andriana. (2005). Aizuchi Sebagai Pelancar Komunikasi Serta Reflektor Tatemae-Honne dalam Masyarakat Jepang. Skripsi, tidak diterbitkan. Jakarta. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.Universitas Indonesia.

Apriliana, Dini. (2005). Hari Valentine: Suatu Kegiatan Remaja Jepang dalam Mengekspresikan Tatemae-Honne Melalui Pemberian. Skripsi, tidak diterbitkan. Jakarta. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Universitas Indonesia.

JURNAL :

Ciptawan, Panji. Marion, Elisa Carolina. Analisis Konsep Honne dan Tatemae Dalam Komik Homunculus Jilid 1 dan 2 Karya Yamamoto Hideo. Diakses pada tanggal 2 Maret 2014

dari http://thesis.binus.ac.id/Doc/RingkasanInd/2011-2-00989JP%20Ringkasan001.pdf

Audine, Gaby. Analisis Konsep Honne dan Tatemae dalam Novel Maihime dan Novel Botchan. Diakses pada tanggal 2 Maret 2014

dari http://thesis.binus.ac.id/doc/Lain-lain/ 2011-2-01741JP%20Ringkasan001.pdf

Ratna, Nyoman Kutha. ANTROPOLOGI SASTRA: Penggunaan Teori dan Metode Secara Eklektik dan Metodologi Campuran. Diakses pada tanggal 2 Maret 2014 dari file:///C:/Users/user/Documents/antrop.pdf

Small, Richard. From Tatemae to Honne: A Historical Perspective on the Prohibition of Insider Trading in Japan. Diakses pada 4 Maret 2014 dari http://digitalcommons.law.wustl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1278&context=globalstudies

Ishi, Tetsuo. Saravia Vargas, Jose Roberto. Saravia Vargas, Huan Carlos.

Breaking Into Japanese Literature/Identity: Tatemae and Honne. Diakses 4 Maret 2014 dari http://journaldatabase.org/articles/breaking_into_japanese_literature_identity.html

Antropologi Sastra. (2012). Diakses pada tanggal 15 Maret 2014 pada http://www.jendelasastra.com/wawasan/essay/antropologi-sastra

Downloads

Published

2014-08-21

Issue

Section

Articles