FUNGSI KANDOUSHI DALAM DRAMA RICH MAN POOR WOMAN EPISODE 1-7 KARYA TANAKA RYOU

Authors

  • MELISA SANTOSO Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci: Kandouhi, Kandou, Yobikake, Outou, Aisatsugo.Komunikasi sering dilakukan oleh manusia di dunia ini, dalam berkomunikasi manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Dengan adanya komunikasi manusia memikirkan bagaimana cara yang baik untuk berbicara, misalnya memilih kata yang digunakan, mengatur suara, dan mengekspresikan diri. Mengekspresikan diri dilakukan dengan mengucapkan kandoushi. Orang Jepang biasanya sering mengucapkan kandoushi dalam percakapan sehari-hari. Sebagai pembelajar bahasa Jepang sering kali kurang mengetahui jenis-jenis kandoushi dan fungsinya. Oleh karena itu penulis ingin meneliti tentang jenis dan fungsi kandoushi. Dengan rumusan masalah yang pertama apa saja jenis-jenis kandoushi yang terdapat dalam drama Rich Man Poor Woman, yang kedua apa fungsi kandoushi yang terdapat dalam drama Rich Man Poor Woman. Kandoushi terbagi menjadi empat jenis, yaitu: kandou, yobikake, outou, dan aisatsugo. Masing-masing kandoushi memiliki fungsi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data yang didapat berupa kata-kata tertulis. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teori dari Terada untuk mengetahui jenis kandoushi dan menggunakan teori dari Takahashi untuk menganalisis fungsi kandoushi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam drama Rich Man Poor Woman terdapat 4 jenis kandoushi, yaitu: kandou, yobikake, outou dan aisatsugo. Terdapat 40 data yang berfungsi mengungkapkan keterkejutan, 4 data berfungsi mengungkapkan perasaan tidak terduga, 177 data berfungsi mengungkapkan jawaban setuju atau tidak setuju, 5 data berfungsi mengungkapkan pengertian terhadap ucapan lawan bicara, 15 data berfungsi untuk saat sedang berfikir, 38 data berfungsi untuk meminta perhatian lawan bicara, 11 data berfungsi untuk meyakinkan diri sendiri lewat perbuatan, dan 64 data berfungsi untuk menyatakan persalaman.

References

Aw, Suranto. 2010. Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. 2007. Metodologi Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Masuoka, Takahashi dan Yukinori Takubo. 1999. Kiso Nihongo Bunpo. Kaiteiban. Kuroshi Shuppan. Kogawa.

Moleong, Lexy J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Muhammad. 2011. Metode Penelitian Bahasa. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Mundzir, Ahmad Nafik. 2001. Analisis Pemakaian Kandoushi Bahasa Jepang dalam Video “Yan san to Nihon no Hito Bitoâ€. Surabaya:Unesa

Ooki Hayashi. 1985. Gendai Kokugo Reikai Jiten.

Pratikto, Riyono. 1987. Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi. Bandung: Remadja Karya.

Sudjianto. 1996. Gramatika Bahasa Jepang Modern Seri A. Jakarta: Kesaint Blanc.

Sunarni, Nani. 2008. Drama Sebuah Alternatif Objek Penelitian Bahasa. Jurnal Sastra Jepang, volume 8, No.1, 61-69.

Sutedi, Dedi. 2008. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Takeshi Shibata. 2005. Shinmeikai Kokugo Jiten.

Website :

www.d-addicts.com. diakses tanggal 8 September 2013.

Yuliana. Analisis Fungsi Kandoushi Kalimat Percakapan Pada Tokoh-Tokoh Dalam Film Mimi Wo Sumaseba. Diakses tanggal 19 November 2013.

Downloads

Published

2014-08-20

Issue

Section

Articles