PENERJEMAHAN KEISHOU PADA HASIL TERJEMAHAN ANIME K-ON! THE MOVIE DARI KANINDO FANSUB INDONESIA

Authors

  • AYYADANA AKBAR Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci : Keishou, Kesepadanan, Metode Penerjemahan, Penerjemahan, Teknik Penerjemahan. Penerjemahan tak dapat lepas dari sebuah perbedaan budaya. Perbedaan budaya ini salah satunya ditunjukkan dengan adanya perbedaan dalam menyapa seseorang. Contohnya budaya Jepang dan Indonesia dalam menyapa seseorang.Jepang memiliki sapaan yang berbeda dengan Indonesia yang disebut dengan keishou. Sementara sapaan dalam bahasa Indonesia disebut dengan nomina persona. Keishou semakin dikenal setelah media Jepang, khususnya anime yang semakin terkenal di seluruh penjuru dunia.Penerjemah umumnya menggunakan metode dan teknik penerjemahan yang jarang diketahui. Misalnya seperti yang diaplikasikan oleh KANINDO ketika menerjemahkan keishou dalam anime K-ON! The Movie yang diteliti dalam penelitian ini. Hasil dari metode dan teknik penerjemahan yang diaplikasikan menimbulkan efek dalam penerjemahan yang disebut dengan efek kesepadanan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan scanning kemudian menjelaskan secara deskriptif metode dan teknik apa saja yang dilakukan oleh penerjemah saat menerjemahkan keishou dalam anime K-ON! The Movie.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak teknik dan metode penerjemahan yang dilakukan oleh KANINDO saat menerjemahkan keishou dalam bahasa Indonesia. Baik dengan menerjemahkannya begitu saja, sampai menggantinya dengan budaya Indonesia. Dengan diaplikasikannya teknik dan metode penerjemahan tersebut timbullah efek kesepadanan, dimana hasil terjemahan keishou dapat dikenali dengan mudah oleh pembaca.

References

Catford, John Cunnison. 1965. A Linguistic Theory of Translation. Oxford: Oxford University Press

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta

Hervey, S. and I. Higgins. 1992. Thinking Translation. New York: Routledge

Higashino, Yumi (2001). Cultural equivalence: its effectiveness and complications Has “white gloves†achieved the equivalent effect of “shiro tabi�. Melbourne: Monash University.

Hoed, B. H. 2006. Penerjemahan dan Kebudayaan. Pustaka Jaya

Izuru, Shinmura (出 æ–°æ‘). 2008, 2011. Koujien (広辞苑). Iwanami Shoten. dari Kamus Elektronik Casio Ex-Word Dataplus 6 XD-D4850

Machali, Rochayah dan Indradya SP (Eds). 2009. Pedoman Bagi Penerjemah. Kaifa

Morita, Yoshiyuki. 1988. Nihongo Kyouiku Handbook (日本語教育ãƒãƒ³ãƒ‰ãƒ–ック). Tokyo: Konbunsha

Müllerová, M. Shiflett (2012). Functional Equivalence and It’s Role in Legal Translation. Slovakia: Prešov University.

Newmark, Peter. 1988. A Textbook of Translation. Prentice HaH International vUIO Ltd

Nida, A. Eugene and Taber R. Charles. 1982. The Theory and Practice of Translation. E.J. Brill Eiden

Kridalaksana, Harimurti. 1990. Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia. Gramedia

Yokotani, Kenji (2009). Itsudatsu shita Koshou no Teigi (「逸脱ã—ãŸã€å‘¼ç§°ã®å®šç¾© ). Tohoku: Tohoku University.

Website :

Universitas Tohoku. 2013. Tohoku Daigaku Daigakuin Kyouiku Gakukenkyuuka Kenkyuunenpou ( æ± åŒ— 大 å­¦ 大 å­¦ 院 æ•™ 育 å­¦ ç ” 究 科 ç ” 究 å¹´ å ± ), http://www.sed.tohoku.ac.jp/library/nenpo/contents/index_all.html (Diakses 13 Desember 2013)

Downloads

Published

2014-08-20

Issue

Section

Articles