KEHIDUPAN HIKIKOMORI PADA TOKOH TATSUHIRO SATO DAN TOROTORO DALAM ANIME NHK NI YOUKOSO KARYA SATORU NISHIZONO

Authors

  • MUKHAMAD NANDA SURYA Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci: Anime, Hikikomori. Kehidupan, masyarakat JepangSkripsi ini membahas tentang kehidupan hikikomori dalam anime NHK ni Youkoso. Hikikomori adalah suatu gejala dimana penderitanya mengurung diri lebih dari enam bulan di dalam kamar tanpa bersosialisasi dengan dunia pekerjaan dan sekolah, dan hanya berhubungan dengan keluarga. Serial anime NHK ni Youkoso ini menceritakan kehidupan para pemuda dan orang dewasa yang tinggal di sekitar kota Tokyo. Banyak gaya hidup yang berbeda dalam cerita ini namun tetap berfokus pada konsep menjadi hikikomori dan anime otaku. Sebagian besar karakter sering mengalami perasaan depresi dan kesepian.Topik pada penelitian ini membahas tentang hikikomori yang terjadi di Jepang, maka dari itu penulis menggunakan pendekatan sosiologi sastra karena sosiologi sastra merupakan teori yang membahas tentang masalah sosial yang terjadi di masyarakat yang terdapat pada karya sastra. Pada penelitian ini, penulis akan menggunakan teori dari Ian Watt (1989) pada poin kedua, yaitu sastra sebagai cerminan masyarakat. Dalam hal ini, penulis ingin meneliti pencerminan perilaku hikikomori yang ada di dalam masyarakat Jepang. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah anime. Oleh karena itu, penulis menggunakan teori pendukung film Mise-en-scene untuk menganalisis adegan dalam anime NHK ni Youkoso yang menampilkan perilaku hikikomori dan penyebab terjadinya hikikomori.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa perilaku dan penyebab terjadinya hikikomori dalam anime NHK ni Youkoso. Perilaku hikikomori yaitu pleasure seekers, orang yang malas, komori dan kasus-kasus khusus. Sedangkan penyebab terjadinya hikikomori adalah masalah yang berhubungan dengan generasi mapan, keluarga, dan sekolah yang ditunjukkan oleh Tatsuhiro Sato dan Torotoro. Penyebab awal terjadinya hikikomori dimulai dari sekolah, pada saat seorang hikikomori melakukan tookoo kyohi. Hal ini didukung dengan sikap keluarga yang tidak peduli. Akhirnya, perilaku hikikomori semakin menjadi karena adanya fasilitas seperti televisi dan komputer yang diperoleh dari orang tua.

References

Sumber Data :

Nishizono, Satoru. 2006. Anime NHK ni Youkoso. Japan: Chiba TV

Buku dan Karya Ilmiah :

Damono, Sapardi Djoko. 1984. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Dziensinski, Michael J. 2004. Hikikomori as Gendered Issue. Honolulu: University of Hawaii Press

Faruk. 1999. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

J. Corrigan, Timothy. 2005. A Short Guide to Writing About Film (Sixth Edition). Pennysylvania: The Lehigh Press

Pfluf E. H. 1986. The Deviance Process. Arizona: Wordsworth Publishing Company

Pratista, Himawan. 2008. Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka

Puspitasari, Ellis. 2008. Label Positif Dalam Masalah Hikikomori (Suatu Tinjauan Solusi Masalah Sosial Menurut Perspektif Labelling). Skripsi Sarjana. Jakarta: Universitas Indonesia (tidak diterbitkan)

Ratna, Nyoman Kutha. 2003. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Selviana. 2011. Analisis Penyebab Hikikomori Pada Tokoh Utama Novel Tanin No Kao Karya Kobo Abe. Skripsi Sarjana. Jakarta: Universitas Bina Nusantara (tidak diterbitkan)

Situmorang, Lastri Febrianti. 2008. Fenomena Hikikomori Dalam Kehidupan Kaum Muda Perkotaan Di Jepang Dewasa Ini. Skripsi Sarjana. Medan: Universitas Sumatra Utara (tidak diterbitkan)

Soekanto, Soerjono. 1987. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press

Tim Redaksi KBBI PB. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Wellek, Rene dan Austin Warren. (1995). Teori Kesusastraan (Terj.Melani Budianta). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Downloads

Published

2014-08-20

Issue

Section

Articles