KONSEP MONO NO AWARE YANG TERCERMIN DALAM FILM“HOTARU NO HAKA” KARYA SATO TOYA

Authors

  • M. ALI SYAIFULLOH Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata Kunci : film, perang dunia ke-II, mono no aware   Karya seni Jepang banyak mengandung nilai estetika atau bishiki. Bagi seniman Jepang estetika dari keindahan alam selalu dekat dengan karya yang mereka ciptakan. Salah satu nilai estetika yang kemudian cukup dikenal adalah mono no aware atau biasa diterjemahkan menjadi “rasa kesedihan terhadap suatu hal atau bendaâ€. Dalam analisis ini penulis menggunakan film sebagai bahan analisis. Film yang digunakan adalah film berjudul Hotaru no Haka. Film ini menceritakan tentang perjuangan bertahan hidup dua bersaudara pada masa setelah perang dunia ke-II. Dalam film ini, penulis menemukan konsep mono no aware pada beberapa scene. Untuk menemukan mono no aware dalam film Hotaru no Haka, penulis menggunakan definisi dari pemahaman mono no aware, serta menggunakan teori mise-en-scene sebagai teori pendukung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mono no aware yang tercermin dalam film Hotaru no Haka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film Hotaru no Haka terdapat mono no aware. Konsep mono no aware banyak tercermin dalam scene Seita dan Setsuko yang berusaha keluar dari kondisi sulit pada saat perang dunia. Tidak hanya pada scene Seita dan Setsuko saja, konsep mono no aware juga tercermin dalam scene bibi dari Seita dan Setsuko yaitu Hisako yang memperjuangkan kelangsungan hidup anak-anaknya setelah suaminya gugur di medan perang.                                                                                                             Penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat meneliti film ini tetapi dengan pendekatan maupun permasalah yang berbeda misalnya mengkaji kehidupan anak-anak korban perang yang tercermin dalam film menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penulis juga berharap bahwa penelitian mengenai mono no aware ini dapat membantu para pembelajar bahasa Jepang dan peminat budaya dalam memahami budaya Jepang, khususnya mengenai konsep mono no aware.

References

Akiyuki Nosaka. (2012). Diakses pada tanggal 6 Januari 2013 dari http://en. wikipedia.org/wiki/Akiyuki_Nosaka.

Athamiri. (2012). Film The Grave Of Fireflies. Diakses pada tanggal 26 Februari 2013 dari http://athamiri.wordpress.com/2011/10/18/film-grave-of-the- fireflies-hotaru-no-haka-2008/.

Budhism Japanese Aesthetics. Columbia University. Diakses pada tanggal 26 Juni 2013 dari http://www.columbia.edu/cu/weai/exeas/resources/pdf/buddhism- japanese-aesthetics.pdf.

Mente, Boye De. (2006). Elements of Japanese Design. North Clarendon: Tuttle Publishing.

Dower, John W. (1986). War Without Mercy:Race and Power in the Pacific War. New York: Pantheon Books.

Keene, Donald. (2002). Appreciations Of Japanese Culture. Japan:Kodansha.

Marra, F. Michael. (2007). The Poetics of Motoori Norinaga: A Hermeneutical Journey. USA: University Of Hawai’I Press.

Marra, Michael.(1999). Modern Japanesse Aesthetics: A Reader. USA: University Of Hawai’I Press.

Oemar, Ira. (2012). “Potrait†Perempuan Jepang, Simbol Penghayatan Atas Peran Domestik. Diakses pada tanggal 6 Januari 2013 darihttp://sosbud. kompasiana.com/2012/07/06/portrait-perempuan-jepang-simbol- penghayatan-atas-peran-domestik-474896.

Pratista, Himawan. (2008). Memahami Film. Yogyakarta:Homerian Pustaka.

Perkins, Dorothy. (1991).Encyclopedia of Japan: Japanese History and Culture, from Abacus to Zori. New York: Facts on File.

Picken, Stuart D.B. (2004). Source Book in Shinto: Selected Document. USA: Greenwood Publishing Group.

Ratna, Nyoman Kutha. (2011). Teori, Metode, Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Robert Graham & Wallis Heather. (2001). Introducing Film. New York:Oxford University Press.

Sartini, Arianto, Saring. (2010). Jepangâ€Habis gelap terbitlah terangâ€: Tinjauan sejarah Jepang pasca perang dunia II. Jurnal Sosio e-Kons, Vol.2 - No.1.

Shirane, Haruo. (2002). Early Modern Japanese Literature: An Anthology 1600-1900. New York: Columbia University Press.

Shirane, Haruo. (2008). Envisioning The Tale of Genji: Media, Gender, and Cultural Production. New York: Columbia University Press.

Suherman, Eman. (2004). Dinamika masyarakat jepang dari masa edo hingga pasca perang dunia II. Humaniora, Volume 16-No.2, 201-210.

Toya, Sato. (2005). Hotaru no Haka. Jepang. NTV.

Tesuyu, Nakaba. (2003). Bulletin of Toyama Perfectural University. Volume 13. NII-Electronic Library Service.

Warren Austin & Wellek Rene. (1977). Teori Kesusastraan.Terjemahan oleh Melani Budianta, 1995. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.

Wicaksono , Amanullah Ginanjar. (2013). Penggambaran Perang Dalam Anime “Grave Of The Firefliesâ€. Surabaya:Universitas Airlangga.

Downloads

Published

2013-07-29

Issue

Section

Articles