Analisis Kontrastif Ungkapan Sumimasen Dalam Bahasa Jepang Dengan Ungkapan Nuwun Sewu Dalam Bahasa Jawa Dari Segi Makna Dan Penggunaan

Authors

  • FRANSISCA GIOVANI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Keywords : Contrastive Analysis, Sumimasen and Nuwun Sewu Expressions. Human as social creature need language as communication device. Communication device in every single countries are different, but every singlelanguages definitely has difference and similarit y like grammar in Javaneselanguage and Japanese language, for the example comparison of Sumimasenexpression in Japanese language with Nuwun Sewu expression in Javaneselanguage which become writer’s theme of the thesis. This research use the reference of Sutedi theory for examine the difference and similarit y which exist in two languages or more. The method which used at this research is descriptive qualitative. From analysis of data which already obtained from this research, Sumimasen and Nuwun Sewu has the same meaning, “permission†and “pardonâ€. Sumimasen can have meaning “thank youâ€, NuwunSewu can’t. Sumimasen has past form, while Nuwun Sewu hasn’t. The meaning of “pardon†which be contained in Sumimasen is more deeper than Nuwun Sewu.Both of Sumimasen and Nuwun Sewu are interjection (kandoushi). At the next research, it will be a good idea if the examine about contrastive analysis is more deeper than before, not only examine the kind of pardon but also examine the kind of honor in Japanese language and Javanese language, in order to keep local culture can’t be forgotten.

References

Abdul Chear dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik: “Suatu Pengantarâ€. Jakarta: Rineka Cipta

Abikusno. 1996. Pepak bahasa jawa. Surabaya:Express Surabaya

Ari,ambarwati.2010.Pangapunten. compasiana.com Diakses pada tanggal 12 April 2010 dari http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/12/pangapunten116816.html

B. Karno Ekowardono. dkk. 1993. Kaidah Penggunaan Ragam Krama Bahasa Jawa. Jakarta. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Edi Subroto, D. dkk. 1991. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Jawa. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Eman Kusdiyana, M.Hum . 2002. Kontrastif antara bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia ditinjau dari segi preposisi. Universitas Sumatera Utara:tidak diterbitkan.

Eman Suherman, 2009. Tingkat tutur bahasa Jepang dan bahasa Jawa: analisis kontrastif. Universitas Gajah Mada: tidak dipublikasikan

Filia. (2006). Tindak Tutur Meminta Maaf Dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Universitas Fukui dan Universitas Indonesia. Tesis , tidak diterbitkan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Harimurti Kridalaksana. 1983. Kamus Linguistik. Jakarta : PT. Gramedia

Imam Riyadi. 2010. tutur basa jawa 6. Yogjakarta:Yudhistira

Iwao Ogawa. 1998 a. Minna no Nihonggo I . Tokyo:3-A Corporation.

---------------. 1998 b. Minna no NihonggoII. Tokyo:3-A Corporation

Jaya Baya No. 11, Minggu II, Nopember 2011. Lakune butuh wektu setaun-rongtaun. Surabaya: PT. Jayabaya Prabu Gandrayana

Kazuko Ishii. 1991. “Perbandingan Sistem Unggah-Ungguh Bahasa Jepang dan Bahasa Jawaâ€. Proseding Kongres Bahasa Jawa 1991. Semarang.

Kenji, Matsuura. 2005. Kamus Jepang-Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Maryono Dwiraharjo. 1996. Fungsi dan Bentuk Krama dalam Tutur Jawa “Studi Kasus di Kotamadya Surakartaâ€. (Disertasi). Yogyakarta

Nelson, Andrew N. 2001. Kamus Kanji Modern Jepang-Indonesia. Jakarta : Kesaint Blanc

Panjebar semangat, Edis 8 tahun 2007

Poerwadarminta, W.J.S. 1953. Sarining Paramasastra Djawa. Djakarta: Nordhoff Kolff EV.

Sudiyatmana, 2010. Aku seneng basa Jawa 5. Surabaya: Yudhistira

Sutedi, Dedi. 2003. Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Sutedi, Dedi. 2009. Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Sutedi, Dedi. 2007. Nihongo no Bunpou, Tata bahasa Jepang Tingkat Dasar. Bandung : Humaniora.

Soepomo Poedjasoedarma, dkk. 1979. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta.Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sri Satria Tjatur Wisnu Sasangka. 2004. Unggah-Ungguh Bahasa Jawa. Jakarta. Yayasan Paramalingua.

Sudaryanto. 1991. Tata Bahasa Baku Bahasa Jawa. Yogyakarta. Duta Wacana

----------------. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta. Duta Wacana University Press.

Sudjianto. 2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang Modern. Oriental: Jakarta.

uwadji. 1994. Ngoko lan Krama. Yogyakarta. Yayasan Pustaka Nusatama.

Downloads

Published

2014-07-15

Issue

Section

Articles