PENGGUNAAN ADJEKTIVA MAJIME, SHINKEN DAN HONKI DALAM ANIME BAKUMAN SEASON 1 DAN 2 KARYA SUTRADARA KENICHI KASAI

Authors

  • HERDHIANA INDRA APSARI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Abstract

Kata kunci :Sinonim, adjektiva, majime, shinken, honki Seperti halnya dengan bahasa Indonesia, di dalam bahasa Jepang juga terdapat sinonim. Sinonim adalah kata yang maknanya mendekati kata lain. Pada penelitian ini, penulis meneliti mengenai adjektiva majime, shinken dan honki, dimana ketiga adjektiva tersebut mempunyai makna yang sama yaitu serius. Sumber data yang digunakan adalah anime bakuman season 1 dan season 2, dimana masing-masing season berjumlah 25 episode. Pada penelitian ini data yang terkumpul berjumlah 57 data, yang terdiri dari majime 17 data, shinken 14 data dan honki 26 data. Dari data-data tersebut penulis melakukan analisis mengenai persamaan dan perbedaan dari ketiga.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan dan persamaan  adjektiva majime, shinken dan honki adalah sebagai berikut. 1. Majime mengarah pada serius untuk orang, pemikiran dan situasi. Selainbermakna serius, majime juga mempunyai makna lain yaitu rajin, jujur atautulus. 2. Shinken bermakna serius pada sutu hal dan perbuatan yang sedang dilakukan.3. Honki bermakna serius pada keyakinan, niat dan keinginan terhadap suatu hal atau perbuatan.4. Dari segi subjek,  majime digunakan untuk orang yang sudah akrab dan belum terlalu akrab, sementara shinken dan honki digunakan untuk orang yang sudahakrab.  5. Shinken dan honki dapat digunakan untuk objek perbuatan berupa pertarungan dan pertandingan.

References

Anime bakuman season 1.(2010). Madman Entertainment dan Media Blasters

Anime bakuman season 2. (2011). Media Blasters

Chaer, Abdul. (2009). Pengantar semantik bahasa Indonesia (edisi revisi). Jakarta : Rineka Cipta.

Ghoni, M . Djunaedi & Almanshur, Fauzan (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.

Kikuo, Nomoto.1998. Kiso nihongo katsuyaku jinten (edisi bahasa Indonesia). Tokyo: Kokuritsu Kokugo Kenkyusho.

Norimasa, Satou. (1994). Ruigo rekai jinten. Tokyo: Shogakukan.

Oktaviana, Ghaida. (2012). Adjektiva bermakna kesungguhan majime, shinken dan honki. Jurnal satu tinjauan semantik, volume 1- No1, 9-15.

Ouno, Susumu & Hamanishi, Masando. (1981). Ruigo Shinjiten.Tokyo: Kodokawa Shoten

Sudjianto & Dahidi, Ahmad. (2004). Pengantar linguistik bahasa jepang. Bekasi:Kesaint Blanc.

Surakhmad, Winarno. (1980). Pengantar penelitian ilmiah. Bandung: Tarsito.

Sutedi, Dedi. (2011). Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang (edisi revisi). Bandung: Humaniora Utama Press.

Tim penyusun. (2014). Pedoman penulisan skripsi. Malang: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya.

Tian, Zhongkui, dkk. (1998). Ruigigo tsukai wake jiten. Tokyo : Kenkyusha.

Verhaar, W.M. (2010). Asas-asas linguistik umum. Jogyakarta: UGM Press

Sumber Internet

Scripts anime bakuman. Diakses pada 5 Maret 2014 dari

http://www.animetranscripts.com

Downloads

Published

2014-07-07

Issue

Section

Articles